skip to main | skip to sidebar

Arie Mupet

"The Place you can find and share together"

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • About Us
  • Archives
  • Contact Us

widgeo.net

Jumat, 14 Oktober 2011

Mengapa Lantai Masjidil Haram Tidak Terasa Panas

Diposting oleh Arie Mupet di 05.17

Ilustrasi jamaah haji thawaf di Kakbah

MELAKUKAN thawaf (memutari Kakbah) di malam dan siang hari memang berbeda. Jika malam hari, cuaca cukup sejuk. Karenanya, orang sekitar Mekkah jika ingin melakukan umrah biasanya dilakukan pada malam hari.

Begitu juga dengan warga di sekitar Kota Mekkah seperti Jeddah. Warga di kota yang berlokasi sekira satu jam perjalanan dari Mekkah ini, biasanya berangkat pada sore hari agar bisa salat Magrib berjamaah sekaligus melakukan umrah.

“Kebiasaan orang di sini begitu. Agak aneh kalau berangkat ke Mekkah untuk umrah pada pagi hari,” ucap guide MCH Jeddah, Sahe, yang sudah tinggal 23 tahun di Arab Saudi.

Memang suhu di Mekkah belakangan ini cukup panas berkisar antara 40-42 derajat celsius. Bandingkan dengan Jakarta yang puncak panasnya berada di kisaran 37 derajat celcius. Puncak panas biasanya terjadi pada pukul 15.00 waktu setempat. Setelah itu, terus menurun hingga malam hari.

Memang kondisinya sangat jauh berbeda. Jika malam hari, melakukan thawaf tidak terlalu menguras tenaga.

Berbeda halnya jika thawaf dilakukan siang hari. Keringat sudah pasti bercucuran karena panas matahari yang menyengat.

Meski demikian yang unik, meski mengelilingi Kakbah tanpa alas kaki, namun telapak tidak terasa panas sama sekali. Padahal tempat thawaf merupakan ruang terbuka, panas matahari langsung menerpa lantai marmer.

Ini berberda dengan lantai di jalan hendak keluar dari pintu Marwah. Saat berjalan, telapak kaki berasa sangat panas bak berjalan di atas bara api. Kami berjinjit dan berlari kecil untuk menghindari panas tersebut.

Lalu kenapa di lantai tempat thawaf dan di luar masjidil haram berbeda 180 derajat. Ini menimbulkan rasa penasaran. Salah satu ummal (cleaning service) di Masjidil Haram, Udin (40), mengatakan di bawah Kakbah dan tempat thawaf memang dipasang air conditioner agar telapak kaki peziarah tidak melepuh, kepanasan.

Setelah membaca buku Sami bin Abdullah al Maghlouthm ‘Atlas Haji dan Umrah’ dan sumber lainnya, barulah terungkap. Awalnya, tempat thawaf tidak berubin marmer seperti saat ini. Dulu hanyalah hamparan pasir lapang. Barulah pada masa Abdullah Ibnu Zubair. Ubinnya saat itu bergaris lima meter dari Kakbah, hingga 1375 Hijriyah atau 1954 M di masa Raja Abdul Azis sumbangan marmer terus berdatangan. Kini lantai marmer untuk thawaf terbuat dari marmer kualitas terbaik yang mampu menahan teriknya panas matahari.

Awalnya lokasi thawaf tidak seluas sekarang, terdapat bangunan di atas Maqam Ibrahim dan juga gerbang pintu masuk sumur Zamzam.

Pada masa Raja Faisal renovasi dilakukan melanjutkan periode Raja Saud, di antaranya adalah pembongkaran bangunan di atas Maqam Ibrahim, sehingga lokasi untuk thawaf lebih lebar dari sebelumnya.

Pada masa Raja Khalid, perluasan halaman untuk thawaf kembali diperlebar. Gerbang menuju sumur zamzam dipindahkan ke dekat serambi masjid sebelah timur. Karena itulah area thawaf menjadi lebih luas dari 3.298 meter menjadi 8.500 meter, seluruh bagian Masjidil Haram lama menjadi tempat thawaf.

Kemudian, renovasi dilanjutkan pada masa Raja Fahd. Dibangunlah ruang bawah tanah. Tak hanya itu, lantai bawah tanah juga dilengkapi dengan pengatur udara AC. Pusat mesinnya dibangun di kawasan Ajyad. Air dingin dialirkan di lantai bawah tanah berasal dari tempat yang sama.

Jadi wajar saja, jika lantai yang dipakai untuk tempat thawaf tidak berasa panas sekalipun suhu udara sangat panas. Ini adalah bentuk pelayanan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terhadap jamaah yang setiap tahun harus meninggalkan sanak keluarga di negara mereka demi melaksanakan Rukun Islam ke-5.
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

TRANSLATE THIS BLOG

AfrikaansAlbanianArabicArmenianAzerbaijaniBasqueBelarusianBulgarianCatalanChinese (Simplified)Chinese (Traditional)CroatianCzechDanishDutchEnglishEstonianFilipinoFinnishFrenchGalicianGeorgianGermanGreekHaitian CreoleHebrewHindiHungarianIcelandicIrishItalianJapaneseKoreanLatvianLithuanianMacedonianMalayMalteseNorwegianPersianPolishPortugueseRomanianRussianSerbianSlovakSlovenianSpanishSwahiliSwedishThaiTurkishUkrainianUrduVietnameseWelshYiddish

Indonesian Blogger

Banner iskaruji dot com

Blog Archive

  • ►  2014 (7)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2013 (21)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (8)
  • ►  2012 (153)
    • ►  Oktober (14)
    • ►  September (13)
    • ►  Agustus (26)
    • ►  Juli (13)
    • ►  Juni (27)
    • ►  Mei (16)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (22)
    • ►  Januari (13)
  • ▼  2011 (53)
    • ►  Desember (12)
    • ►  November (4)
    • ▼  Oktober (14)
      • FENG NAO WANITA CANTIK YANG BERHATI MULIA...
      • Satu Pasukan Asal Korsel untuk PBB Masuk Islam...A...
      • Melintas di Depan Presiden, Pria Bersepeda Diamank...
      • IKLAN KOMPUTER JAMAN DULU GAN...Cekidott...!!!!!
      • IKLAN JADUL..
      • IKLAN RADIO KISS FM..
      • IKLAN SHAMPOO
      • Tradisi Melepas Keperawanan di Afrika
      • Efek Negatif Bangun Siang nech GAN...
      • MITOS tentang JARI KAKI NIH GAN...
      • Katanya Lagu ini Lagu Bunuh Diri
      • Mengapa Lantai Masjidil Haram Tidak Terasa Panas
      • Pasca Gempa Patung Saraswati di Bali Keluarkan Air...
      • Bali Gempa 6,8 SR, Kedalaman 10 Km
    • ►  September (23)

Followers


Free counters!>
Free counters

SORRY KAWAN..!!!!

DMCA.com

About Me

Foto saya
Arie Mupet
Lihat profil lengkapku

Search Engine Spider Simulator

Enter URL to Spider

CUAP - CUAP DISINI

Tweet
Share

Cara Membuat
    Warung Bebas TV Streaming
     

    © 2012 ARIE MUPET Blog
    designed by ARIE MUPET Website Templates | Bloggerized by ARIE MUPET | arie-mupet.blogspot.com